Rabu, 29 Agustus 2018

Jangan Menyerah

Suka sekali melihat video ini, dari seseorang yang kehilangan pengharapan tumbuh menjadi seorang motivator kelas dunia, yang memberikan perubahan hidup pada banyak orang dengan memberikan pengalaman hidupnya dan hanya berharap pada Tuhan.
Dengan melihat kembali video ini, membuat kita menjadi yakin untuk berjuang dan "jangan pernah menyerah".


Dia adalah Nick Vujicic.
Nicholas James "Nick" Vujicic adalah penginjil dari Australia dan motivator yang terlahir dengan Sindrom tetra-amelia. Wikipedia
Meskipun ia terlahir tanpa tangan dan kaki namun ia berhasil menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia. Nick Vujicic lahir di sebuah rumah sakit di Kota Melbourne pada tanggal 4 Desember 1982. Orangtuanya sangat terkejut ketika melihat keadaan putra mereka yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki. Menurut dokter yang menanganginya, Nick terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Kondisi ini kontan membuat ayah Nick (seorang pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu Nick (seorang perawat) bertanya-tanya dalam hati, kesalahan besar apa yang telah mereka perbuat hingga putranya terlahir tanpa anggota-anggota tubuh.
Tak jarang, mereka menyalahkan diri sendiri atas keadaan Nick. Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Ayah dan ibu Nick melihat putranya, biarpun cacat tubuh, tetap tumbuh kuat, sehat, dan ceria – sama seperti anak-anak lainnya. Dan, Nick kecil terlihat begitu tampan serta menggemaskan! Matanya pun sangat indah dan menawan. Maka, mereka mulai bisa menerima keadaan putranya, mensyukuri keberadaannya, dan segera mengajarinya untuk hidup mandiri. Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya. Sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan. Kemudian, dengan tekun dan sabar, sejak usia 6 tahun, Nick belajar menggunakan jari-jari kakinya untuk menulis, mengambil barang, dan mengetik. Kini, Nick menyebut telapak kakinya yang berharga itu sebagai “my chicken drumstick.”
Agar bisa hidup lebih mandiri, kuat secara mental, dan bisa bergaul dengan luwes, ibu Nick memasukkan putranya ke sekolah biasa. Segera saja, Nick menyadari bahwa keadaannya sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia juga mengalami berbagai penolakan, ejekan, dan gertakan dari teman-teman sekolahnya. Hal ini membuatnya merasa begitu sedih dan putus asa. Pada usia 8 tahun, Nick sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.
 Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya. Ia juga hidup dalam keluarga yang berkecukupan.
Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang.
Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Segera setelah itu, ia mengembangkan lembaga non-profit ‘Life Without Limbs’ (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya, pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi. Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang-khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi “Life’s Greater Purpose”, “No Arms, No Legs, No Worries”, serta film “The Butterfly Circus.”
Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!” demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.

Mungkin sosok Nick bisa kita jadikan sebagai inspirasi, dengan keterbatasan diri mulai dari lahir banyak sekali kesuksesan dah hal yang bisa dia perbuat untuk pencerahan ribuan orang yang dia berikan motivasi. Tidak kah kita tergerak untuk melakukan lebih karena Tuhan menciptakan kita sebaik mungkin. Bila kita belum bisa memahami makna pemberian dan karunia dari Tuhan Sang Pencipta Alam, mungkin kita akan berprasangka buruk pada-Nya, kenapa kok ada yang terlahir ke dunia tidak sempurna selayaknya manusia lain, apakah Tuhan tidak adil. Bila kita beriman pada-Nya kita tetap akan mengakatakan Tuhan Maha Adil, Zat yang paling adil. Semua hal apapun tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan dan kehendak Tuhan. Tuhan Maha Mengerti apa yang terbaik bagi umatnya, oleh karena itu apa yang kita miliki apapun kondisinya itulah yang terbaik bagi kita saat ini.
Nick & keluarga kecilnya

Minggu, 26 Agustus 2018

Motivas "Sedikit Menjadi Bukit"

SEDIKIT -SEDIKIT LAMA-LAMA MENJADI BUKIT

Pepatah ini sederhana saja: "sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit". Kita biasa memaknainya apabila kita mengumpulkan sesen-sesen, pada saatnya kita akan mendapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tidak sekedar bicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung.
Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keping uang, yaitu bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, naka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.
Bagaimana tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya? Yaitu bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum,sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja. Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tingii daripada bukit tabungan anda
Have a nice day....


Jumat, 24 Agustus 2018

Membuat Lead Magnet Jenis e-book


Membuat Lead Magnet Berjenis eBook (dan File PDF Lain) yang Desainnya Indah dan Isinya Berkualitas

Nah, sekarang kita akan belajar salah satu jenis lead magnet:
Ebook dalam format PDF.
Tapi kenapa saya pilih yang ini?
Karena ebook nilainya lebih tinggi dibandingkan konten biasa, proses pembuatannya juga termasuk yang paling mudah.
Maka, kalau anda sudah bisa membuat ebook, anda juga akan langsung bisa membuat 3 jenis lead magnet lainnya.

Alat dan bahan yang anda butuhkan

Satu alasan lagi kenapa saya memilih ebook yaitu karena semua alat dan bahannya yang sifatnya wajib sudah tersedia gratis.
Kita hanya tinggal membuat isinya saja.
Inilah semua yang harus anda persiapkan:
  1. Microsoft Word (PC), Pages (Mac), Google Docs (Web), atau software pembuat dokumen lainnya. Wajib, karena kita akan menulis di sini.
  2. PowerPoint atau Adobe InDesign. Tidak wajib kalau anda lebih suka di Word. Tapi mendesain ebook yang indah sebetulnya lebih mudah di PowerPoint atau InDesign.
  3. Evernote atau OneNote. Tidak wajib, bisa digunakan untuk membuat kerangka isi ebook dan mencatat hal-hal yang anda rasa penting. Keduanya gratis.
  4. Adobe Acrobat. Tidak wajib, digunakan untuk mengecilkan ukuran PDF.
Kalau anda punya Photoshop dan ahli mendesain, lebih bagus lagi. Tapi tidak wajib.
Untuk panduan ini, saya akan menggunakan Microsoft Word.
Mari kita mulai.

Tahap 1: Membuat kerangka isi ebook

Ebook itu isinya lebih tebal daripada sekedar artikel. Biasanya ribuan kata, bahkan bisa sampai sepuluh ribu kalau topiknya dalam.
Kalau anda belum pernah menulis panjang, bakal bingung.
Bisa jadi urutannya terbalik, bingung setelah ini membahas apa, atau malah setelah hampir selesai anda merasa semuanya perlu ditulis ulang.
Untuk itulah kita butuh kerangka ini.
Tidak sulit…
…bayangkan seperti daftar isi yang biasanya anda lihat di buku.
Isinya berupa topik-topik yang dibahas di dalam ebook anda, beserta subtopiknya untuk masing-masing topik.
Sebagai contoh, ini kerangka yang saya buat:
Kerangka panduan lead magnet
Gambar di atas adalah kerangka isi dari seri panduan yang sedang anda baca sekarang ini.

Tahap 2: Mengatur layout dan tipografi di Microsoft Word

Sewaktu di sekolah sampai kuliah, kita biasanya hanya menggunakan desain standar dari Word.
Sekarang tidak bisa seperti itu.
Kita ingin supaya ebook yang kita buat berbeda dan lebih indah daripada yang lain. Karena itu, ada beberapa yang perlu kita atur di awal.

Beberapa prinsip dasar mengenai tipografi:

  1. Gunakan ukuran font yang lebih besar daripada standarnya, supaya lebih mudah dibaca (18-22pt untuk paragraf biasa)
  2. Jangan gunakan font yang terlalu umum seperti Times New Roman, Verdana, Tahoma, atau Arial
  3. Gunakan maksimal 3 jenis font, untuk judul/subjudul, paragraf, dan keperluan khusus lainnya
  4. Gunakan maksimal 3 warna, untuk judul/subjudul, paragraf (biasanya putih dan/atau hitam), dan hyperlink
  5. Aturan nomor 3 & 4 bisa dilanggar kalau memang diperlukan
  6. Biasakan menggunakan formatting style yang ada di Word, Pages, atau Google Docs
Ini beberapa website yang bermanfaat seputar font:
  • FontSquirrel: mencari font gratis
  • TypeGenius: mencari ide kombinasi font yang bagus
  • ColorHunt: mencari kombinasi warna yang bagus
  • HEX to RGB: supaya kombinasi warna dari ColorHunt bisa digunakan di Microsoft Word
Ini contoh formatting style saya untuk salah satu ebook:
Formatting style di PIM
(Caranya klik kanan di tiap style lalu pilih Modify)
Dengan membuat formatting style seperti ini, anda tidak perlu lagi mengedit satu per satu untuk setiap judul/sub-judul dan paragraf. Tinggal klik di menu.
Setelah itu, ukuran kertas juga bisa anda ganti sesuai kebutuhan.

Repot? Gunakan template

Saya pribadi sebetulnya tidak suka menggunakan template, supaya ebook yang saya buat berbeda dari orang lain.
Tapi kalau anda memang tidak mau repot, ada beberapa template gratis yang bisa anda gunakan.
Template ebook
Ini dia:
  1. 13 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
  2. 5 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
  3. Template ebook dari PanduanIM (Microsoft Word)

Tahap 3: Menulis isi ebook

Ini tahapan utamanya.
Menulis isi ebook biasanya memakan waktu paling lama dibanding tahapan lain, kecuali kalau PDF anda cuma 1-2 lembar.
Kalau ebook anda isinya panjang, permasalahan terbesarnya adalah bagaimana supaya pembaca tidak bosan di tengah jalan.
Ini beberapa tip:
  1. Gunakan subjudul (header 2 & 3) supaya paragraf tidak bertumpuk-tumpuk
  2. Gunakan list untuk menjelaskan lebih dari satu poin, seperti yang sedang anda baca sekarang ini
  3. Hindari paragraf yang terlalu panjang
  4. Gunakan gambar yang bisa membantu penjelasan. Ini wajib. Tulisan panjang tanpa gambar pasti membosankan.
Gunakan kreativitas di sini, lihat beberapa contoh ebook yang menurut anda bagus. Lalu tiru caranya.

Tahap 4: Membuat halaman call to action

Karena ebook ini merupakan bagian dari strategi pemasaran, pasti kita ingin supaya pembaca melakukan sesuatu setelah mereka selesai membaca.
Misalnya membeli produk, mengunjungi website, membaca artikel lain, atau membantu menyebarkan ebook tersebut kepada orang lain.
Untuk itulah kita butuh 1 halaman khusus ini.
Biasanya halaman CTA ini ditaruh di paling akhir. Bisa dipisah sendiri atau digabung bersama ucapan terima kasih, profil penulis, dan penutup.
Tapi bisa juga ditempatkan di awal kalau memang sangat penting.
Ini contoh halaman call to action di ebook milik Unbounce:
CTA ebook unbounce

Tahap 5: Membuat halaman sampul

Tanpa sampul, bukan buku namanya…ya nggak?
Maka dari itu halaman ini wajib ada supaya dokumen anda resmi jadi sebuah buku.
Ada 3 alternatif cara membuat sampul.
Pertama, desain langsung di dalam Microsoft Word. Untuk desain sampul yang sederhana, cara ini lebih mudah.
Kedua, kalau lebih rumit, anda bisa buat desain di Photoshop. Kemudian gambarnya dimasukkan ke Word anda.
Ketiga, bayar orang lain untuk mendesain sampul.
Ini beberapa contoh sampul ebook untuk inspirasi.
Kalau anda butuh gambar atau icon, cari di sini:
Setelah tahap ini selesai, anda bisa menyimpan file dokumen anda menjadi PDF. Sewaktu menyimpan ke format PDF, pilih menu ini:
Simpan ke format PDF
Sampai di tahap ini, ebook anda sudah selesai dibuat…
…masih ada 1 tahap lagi:

Tahap 6: Membuat mock-up buku

Tahapan ini tidak wajib, tapi ebook anda akan jadi lebih menarik kalau anda membuat mock-up.
Yang belum tahu apa itu mock-up, seperti ini:
Mockup ebook
Dari desain sampul ebook yang tadi kita buat seolah-olah buku anda seperti nyata.
Untuk membuat yang seperti ini, kita butuh Photoshop.
 Kemudian download salah satu template yang anda sukai (klik di gambar):
Mockup Buku 1 Mockup Buku 2 Mockup Buku 3 Mockup Buku 4 Mockup Buku 5 Mockup Buku 6

Untuk tutorial mengganti covernya dengan yang sudah anda desain, lihat video ini:



(Bahasa Inggris, tapi tidak sulit dipahami meskipun anda tidak bisa Bahasa Inggris)

Motivasi "Tindakan Kita Menentukan"

TINDAKAN KITA SEBATAS MEMANDANG DUNIA

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil.

Namun, bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga. 

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. Padahal dunia tidak membutuhkan penilaian apa-apa dari kita.Ia hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat, ia mengemakan apa yang ingin kita dengar.
Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri sendiri.

Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun akan menampakkan realitanya yang selama ini sembunyi di balik penilaian-penilaian kita,